ADHD: GEJALA, PENYEBAB DAN CARA MENGATASINYA

Image by Thx4Stock
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan neurodevelopmental yang umum terjadi, terutama pada anak-anak, namun juga bisa berlanjut hingga dewasa. ADHD ditandai dengan kesulitan dalam mempertahankan perhatian, perilaku impulsif, dan hiperaktivitas yang tidak sesuai dengan usia. Kondisi ini dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan sekolah, pekerjaan, maupun hubungan sosial.
Apa Itu ADHD
ADHD merupakan gangguan perkembangan saraf yang mempengaruhi cara seseorang memproses informasi dan mengendalikan perilaku. Orang dengan ADHD sering mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi, mengendalikan impuls, dan menjaga ketenangan. ADHD terbagi menjadi tiga jenis utama, yaitu:
1. Inattentive ADHD (Tidak perhatian)
Kesulitan dalam fokus, mudah terdistraksi, sering lupa, dan kesulitan dalam mengatur tugas.
2. Hyperactive-Impulsive ADHD
Cenderung gelisah, banyak berbicara, sulit menunggu giliran, dan sering melakukan tindakan tanpa berpikir.
3. Combined ADHD
Kombinasi dari gejala tidak perhatian dan hiperaktif-impulsif.
Gejala ADHD
Gejala ADHD bisa bervariasi tergantung usia dan tingkat keparahannya. Berikut beberapa gejala umum ADHD:
Gejala pada anak-anak
- Sulit fokus dalam pelajaran atau tugas sekolah
- Sering lupa atau kehilangan barang
- Tidak bisa duduk diam dalam waktu lama
- Berbicara secara berlebihan
- Kesulitan mengikuti instruksi
- Sering menginterupsi pembicaraan orang lain
- Sulit bermain dengan tenang
Gejala pada dewasa
- Kesulitan dalam mengatur waktu
- Sulit menyelesaikan tugas tepat waktu
- Mudah terdistraksi dalam pekerjaan
- Kesulitan mengontrol emosi
- Impulsif dalam mengambil keputusan
- Kesulitan menjalin hubungan sosial
Penyebab ADHD
Penyebab pasti ADHD belum sepenuhnya diketahui, namun beberapa faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan kondisi ini antara lain:
1. Faktor genetik
ADHD cenderung bersifat herediter. Jika salah satu orang tua atau saudara kandung memiliki ADHD, kemungkinan besar anggota keluarga lainnya juga bisa mengalami kondisi serupa.
2. Perubahan struktur dan fungsi otak
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam aktivitas otak dan kadar neurotransmitter pada individu dengan ADHD. Bagian otak yang mengatur perhatian dan pengambilan keputusan bekerja secara berbeda.
3. Paparan zat beracun
Paparan zat beracun, seperti timbal, selama masa kehamilan atau usia dini dapat meningkatkan risiko ADHD.
4. Faktor lingkungan
Stres prenatal, kelahiran prematur, atau berat badan lahir rendah juga merupakan beberapa faktor risiko ADHD.
5. Gaya hidup
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi gula dan zat aditif tertentu mungkin dapat memperburuk gejala ADHD, meskipun belum ada bukti ilmiah yang kuat.
Cara Mengatasi ADHD
Meskipun ADHD tidak bisa disembuhkan, gejalanya dapat dikelola dengan berbagai cara agar penderitanya bisa menjalani kehidupan yang lebih baik. Berikut adalah beberapa metode untuk menangani ADHD:
1. Terapi perilaku
Terapi perilaku bertujuan untuk membantu penderita ADHD dalam mengembangkan keterampilan sosial, meningkatkan fokus, serta mengontrol impuls dan hiperaktivitas.
2. Pengobatan
Dokter mungkin akan meresepkan obat stimulan seperti methylphenidate atau amphetamine untuk membantu meningkatkan fokus dan mengontrol impuls. Namun, obat ini harus digunakan sesuai anjuran dokter karena memiliki efek samping.
3. Pola makan sehat
Mengkonsumsi makanan bergizi, kaya protein, serta menghindari zat aditif dan gula berlebih juga dapat membantu mengurangi gejala ADHD. Omega-3 yang ditemukan dalam ikan juga dipercaya dapat meningkatkan fungsi otak.
4. Olahraga
Olahraga seperti berenang, bersepeda, atau yoga dapat membantu mengurangi hiperaktivitas dan meningkatkan fokus. Aktivitas fisik juga dapat membantu meningkatkan produksi dopamin, yang berperan dalam fungsi otak.
5. Manajemen waktu dan rutinitas
Membuat jadwal harian yang terstruktur, menggunakan pengingat, dan membagi tugas menjadi bagian kecil, dapat membantu penderita ADHD lebih terorganisir.
6. Dukungan sosial dan psikologis
Penderita ADHD membutuhkan dukungan dari keluarga, guru, dan teman agar bisa mengelola gejala dengan baik. Konseling psikologis juga bisa menjadi pilihan untuk mengembangkan strategi coping yang efektif.
Kesimpulan
ADHD adalah gangguan perkembangan saraf yang dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Meskipun tidak bisa disembuhkan, ADHD dapat dikelola dengan kombinasi terapi, obat-obatan, perubahan gaya hidup, dan dukungan sosial. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala ADHD, penting untuk berkonsultasi dengan Dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.