ANAFILAKSIS: PENYEBAB, GEJALA DAN CARA MENGATASINYA

Image by AntonioGuillem
Anafilaksis adalah reaksi alergi berat yang terjadi secara tiba-tiba dan dapat mengancam nyawa. Kondisi ini biasanya dipicu oleh paparan zat alergen tertentu yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan. Anafilaksis dapat menyebabkan kesulitan bernapas, penurunan tekanan darah secara drastis, serta pembengkakan pada berbagai bagian tubuh.
Reaksi anafilaksis memerlukan penanganan medis segera karena dapat berkembang dengan cepat dalam hitungan menit. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa berujung pada syok anafilaksis, yang berpotensi fatal.
Penyebab Anafilaksis
Anafilaksis dapat dipicu oleh berbagai alergen yang masuk ke dalam tubuh. Beberapa pemicu utama anafilaksis adalah:
1. Makanan
Makanan seperti:
- Kacang-kacangan, seperti kacang tanah, almond, kenari, mete
- Seafood, seperti udang, kepiting, kerang
- Susu sapi
- Telur
- Gandum dan kedelai
2. Obat-obatan
Obat-obatan seperti:
- Antibiotik seperti penisilin
- Obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan aspirin
- Anestesi atau obat bius
- Obat kemoterapi
3. Gigitan atau sengatan serangga
Gigitan atau sengatan dari serangga seperti:
4. Lateks
Bahan lateks dari barang seperti:
- Sarung tangan medis
- Balon
- Beberapa alat kesehatan
5. Faktor lain
Beberapa faktor lain yang juga dapat menyebabkan anafilaksis adalah:
- Olahraga dalam kondisi tertentu
- Transfusi darah
- Paparan zat kimia tertentu
Setiap individu memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap alergen tertentu, sehingga tidak semua orang akan mengalami anafilaksis meskipun terpapar zat yang sama.
Gejala Anafilaksis
Gejala anafilaksis bisa muncul dalam beberapa menit, hingga beberapa jam setelah terpapar alergen. Berikut adalah beberapa gejala umum yang dapat terjadi:
1. Kulit dan jaringan
Beberapa reaksi alergi kulit dan jaringan yang bisa terjadi adalah:
- Ruam merah dan gatal (urtikaria)
- Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
- Kulit terasa panas dan memerah
2. Sistem pernapasan
Beberapa reaksi alergi yang bisa terjadi pada sistem pernapasan adalah:
- Sesak napas
- Napas berbunyi (mengi)
- Kesulitan menelan
- Rasa sesak di tenggorokan
3. Kardiovaskular
Beberapa reaksi alergi yang bisa mempengaruhi kardiovaskular adalah:
- Penurunan tekanan darah secara tiba-tiba
- Pusing atau pingsan
- Detak jantung cepat dan tidak teratur
4. Saluran pencernaan
Beberapa reaksi alergi yang bisa mempengaruhi saluran pencernaan adalah:
- Mual dan muntah
- Diare
- Kram perut
Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini bisa menyebabkan kehilangan kesadaran, syok, dan bahkan kematian.
Cara Mengatasi Anafilaksis
Anafilaksis adalah kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan segera. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan jika seseorang mengalami reaksi anafilaksis:
1. Gunakan Epinefrin
Epinefrin atau adrenalin adalah obat utama untuk mengatasi anafilaksis. Obat ini tersedia dalam bentuk auto-injector (seperti EpiPen) yang harus segera disuntikkan ke paha bagian luar. Jika gejala belum membaik setelah 5-15 menit, dosis kedua mungkin diperlukan.
2. Panggil bantuan medis
Segera hubungi layanan darurat medis meskipun gejala sudah mulai membaik setelah pemberian epinefrin. Anafilaksis bisa kambuh dalam beberapa jam setelah reaksi awal.
3. Posisikan pasien dengan benar
Jika mengalami kesulitan bernapas, biarkan pasien duduk tegak. Jika mengalami pusing atau pingsan, baringkan pasien dengan kaki diangkat untuk meningkatkan aliran darah ke otak.
4. Beri oksigen (Jika tersedia)
Jika pasien mengalami kesulitan bernapas, pemberian oksigen bisa membantu. Tenangkan pasien agar tidak panik, karena kepanikan bisa memperburuk kondisi.
5. Beri antihistamin dan steroid (Jika diresepkan oleh Dokter)
Antihistamin bisa membantu mengurangi gejala ringan seperti gatal dan ruam. Steroid dapat membantu mencegah reaksi lanjutan. Namun, kedua obat ini tidak bisa menggantikan epinefrin untuk menangani anafilaksis akut.
Cara Mencegah Anafilaksis
Mencegah anafilaksis adalah langkah terbaik, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat alergi parah. Beberapa langkah pencegahan yang dapat diambil adalah:
1. Hindari alergen
Kenali zat pemicu alergi dan hindari kontak dengannya. Baca label makanan dengan cermat untuk menghindari alergen tersembunyi. Gunakan gelang atau kartu medis dengan riwayat alergi Anda.
2. Membawa Epinefrin setiap saat
Jika Anda memiliki riwayat anafilaksis, selalu bawa auto-injector epinefrin. Pastikan keluarga, teman, dan rekan kerja tahu cara menggunakan epinefrin dalam keadaan darurat.
3. Konsultasi dengan Dokter
Dokter dapat membantu melakukan tes alergi untuk mengidentifikasi zat pemicu. Selain itu, Dokter juga bisa merekomendasikan imunoterapi untuk mengurangi sensitivitas terhadap alergen tertentu.
4. Berhati-hati mengkonsumsi obat
Informasikan kepada Dokter tentang riwayat alergi sebelum mendapatkan resep obat baru. Misalnya, jika Anda alergi terhadap antibiotik tertentu, minta alternatif yang lebih aman.
Kesimpulan
Anafilaksis adalah kondisi serius yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Memahami penyebab, gejala, dan cara mengatasinya sangat penting, terutama bagi individu yang memiliki riwayat alergi berat. Penggunaan epinefrin secara cepat bisa menyelamatkan nyawa, sementara tindakan pencegahan dapat membantu menghindari reaksi anafilaksis di masa depan. Jika Anda atau orang terdekat memiliki riwayat alergi yang parah, pastikan untuk selalu siap menghadapi kemungkinan terjadinya anafilaksis.