Health & Wellness
RADANG USUS BUNTU: PENYEBAB, GEJALA, PENGOBATAN DAN CARA MENCEGAHNYA
Image by Prostock-Studio
Glaukoma adalah penyakit mata serius yang dapat merusak penglihatan secara permanen jika tidak diobati dengan tepat. Meskipun umumnya terkait dengan peningkatan tekanan intraokular (tekanan bola mata), glaukoma juga dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada awalnya. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab, gejala dan pengobatan glaukoma untuk mencegah dampak yang lebih parah pada mata Anda.
Glaukoma adalah kelompok penyakit mata yang merusak saraf optik, yang seringkali disebabkan oleh peningkatan tekanan dalam mata. Hal tersebut dapat mengakibatkan kerusakan penglihatan permanen jika tidak segera diobati. Glaukoma adalah penyebab utama kebutaan di seluruh dunia, tetapi jika didiagnosis dan diobati secara dini, kerusakan mata dapat dihindari atau dikelola dengan baik.
Meskipun peningkatan tekanan intraokular adalah faktor risiko utama, tidak semua orang dengan tekanan mata tinggi akan mengalami glaukoma. Beberapa faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko glaukoma termasuk:
Jika ada riwayat glaukoma dalam keluarga Anda, risiko Anda untuk mengembangkan kondisi akan cenderung lebih tinggi.
Glaukoma lebih umum terjadi pada usia lanjut (lansia), terutama setelah usia 60 tahun.
Orang-orang Asia memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan glaukoma primer sudut tertutup dibandingkan dengan ras dan etnis lainnya.
Peningkatan produksi atau penurunan drainase air mata dapat menyebabkan peningkatan tekanan intraokular.
Glaukoma dikenal sebagai ‘pencuri penglihatan’ karena sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Namun, beberapa gejala yang bisa dialami pendeita glaukoma mungkin termasuk:
Penglihatan yang semakin buram atau berkurang adalah gejala yang sering dikaitkan dengan glaukoma.
Penderita glaukoma mungkin akan mengalami hilangnya penglihatan perifer, atau penglihatan yang semakin menyempit.
Terkadang, glaukoma juga dapat menyebabkan mata terasa merah, nyeri atau berair.
Orang dengan glaukoma akan lebih sensitif terhadap cahaya dan mengalami silau yang berlebihan.
Sangat penting untuk mendeteksi glaukoma di tahap awal karena kerusakan mata yang terjadi akibat glaukoma tidak bisa diobati. Diagnosa glaukoma melibatkan serangkaian tes yang dilakukan oleh dokter mata, termasuk:
Dokter akan mengukur tekanan intraokular menggunakan tonometer.
Dokter akan memeriksa saraf optik untuk menilai kerusakan.
Pemeriksaan lapang pandang akan membantu mengidentifikasi hilangnya penglihatan perifer.
Tes ini digunakan untuk mengamati sudut mata, untuk melihat apakah ada penyumbatan aliran cairan mata.
Dalam kasus glaukoma sudut tertutup, dokter akan melakukan pemeriksaan sudut mata untuk menentukan resiko penyumbatan cairan mata.
Pengobatan glaukoma bertujuan untuk mengurangi tekanan intraokular dan mencegah kerusakan mata lebih lanjut. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:
Obat tetes mata adalah pengobatan pertama yang direkomendasikan untuk mengurangi tekanan mata. Ini dapat mencakup obat-obatan seperti beta-blocker, prostaglandin analog atau agonis alfa.
Dalam beberapa kasus, jika obat tetes mata tidak cukup efektif, dokter mata akan merekomendasikan operasi untuk mengurangi tekanan intraokular. Prosedur operasi glaukoma melibatkan berbagai teknik, salah satunya yang paling efektif adalah trabekulektomi.
Terapi laser dapat digunakan untuk membuat saluran tambahan dalam mata, yang memungkinkan cairan mata lebih lancar mengalir dan mengurangi tekanan intraokular.
Penderita glaukoma perlu menjalani pemeriksaan mata secara teratur untuk memantau tekanan intraokular dan perkembangan penyakit ini.
Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah glaukoma, ada beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi risiko Anda terkena penyakit ini:
Melakukan pemeriksaan mata rutin dengan dokter mata dapat membantu mendeteksi glaukoma pada tahap awal.
Jika ada riwayat glaukoma dalam keluarga Anda, berbicaralah dengan dokter mata tentang risiko Anda dan bagaimana cara mencegahnya.
Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa merokok dapat meningkatkan risiko glaukoma. Oleh karena itu, hindari atau berhenti merokok secara keseluruhan.
Menjaga tekanan darah dalam batas yang sehat juga dapat membantu mengurangi risiko terkena glaukoma.
Glaukoma adalah penyakit mata serius yang dapat menyebabkan kebutaan jika tidak diobati dengan tepat. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab, gejala dan pengobatan glaukoma. Dengan pemeriksaan mata rutin dan pengobatan yang tepat, kerusakan mata akibat glaukoma dapat dicegah atau dikelola dengan baik. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter mata jika Anda memiliki risiko atau gejala glaukoma untuk mendapatkan perawatan yang sesuai.
Health & Wellness
RADANG USUS BUNTU: PENYEBAB, GEJALA, PENGOBATAN DAN CARA MENCEGAHNYA
Health & Wellness
HIPERTENSI (TEKANAN DARAH TINGGI): PENYEBAB, GEJALA DAN MENGAPA SANGAT PENTING UNTUK MENGELOLANYA
Ibu & Anak
7 PEKERJAAN RUMAH TANGGA YANG SEBAIKNYA DIHINDARI SAAT HAMIL
Nutrition
KENALI KANDUNGAN GIZI, MANFAAT KESEHATAN, TIPS UNTUK DIET SEHARI-HARI DAN EFEK SAMPING MENGKONSUMSI FLAXSEED (BIJI RAMI)
Ibu & Anak
10 MANFAAT KESEHATAN BUAH NAGA BAGI TUBUH, KULIT DAN IBU HAMIL
Nutrition
MANFAAT BAWANG MERAH UNTUK KESEHATAN DAN KECANTIKAN