5 BAHAYA SEAFOOD BAGI IBU HAMIL YANG PERLU DIWASPADAI

Image by Radoslav Cajkovic
Seafood merupakan sumber protein dan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, bagi ibu hamil, mengkonsumsi seafood perlu diperhatikan dengan cermat. Beberapa jenis seafood mengandung zat berbahaya yang dapat berdampak buruk pada perkembangan janin. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai bahaya seafood bagi ibu hamil, dan tips untuk mengkonsumsinya dengan aman.
Bahaya Seafood Bagi Ibu Hamil
Beberapa risiko kesehatan yang terkait dengan ibu hamil mengkonsumsi seafood adalah:
1. Berpotensi mengandung merkuri
Beberapa jenis ikan laut, seperti ikan king mackerel dan tuna, diketahui memiliki kadar merkuri yang cukup tinggi. Merkuri adalah logam berat yang dapat mengganggu perkembangan otak dan sistem saraf janin. Mengkonsumsi ikan dengan kadar merkuri tinggi selama kehamilan dapat meningkatkan risiko gangguan kognitif dan motorik pada bayi.
2. Risiko infeksi bakteri dan parasit
Seafood mentah atau setengah matang, seperti sushi, sashimi, dan oyster (tiram), berisiko mengandung bakteri dan parasit, seperti Listeria monocytogenes, Salmonella, dan Toxoplasma. Infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti keguguran, kelahiran prematur, atau infeksi pada bayi baru lahir.
3. Paparan polutan dan zat kimia berbahaya
Beberapa jenis seafood mengandung polutan beracun, seperti dioksin dan Polychlorinated Biphenyls (PCB), yang berasal dari pencemaran laut. Zat-zat ini dapat terakumulasi dalam tubuh dan berdampak negatif pada perkembangan janin, terutama pada sistem saraf dan hormon.
4. Risiko alergi
Seafood, terutama udang, kepiting, lobster, dan kerang, termasuk dalam kategori makanan pemicu alergi. Ibu hamil yang memiliki riwayat alergi, atau yang sensitif terhadap seafood, sebaiknya hindari mengkonsumsinya agar tidak menimbulkan reaksi alergi yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin.
5. Potensi kontaminasi logam berat lainnya
Selain merkuri, beberapa jenis seafood juga mengandung logam berat lainnya, seperti kadmium dan timbal, yang berpotensi merusak sistem saraf dan ginjal. Logam berat ini dapat terakumulasi dalam tubuh, dan berdampak dalam jangka panjang pada kesehatan ibu, serta bayi yang dikandung.
Tips Untuk Mengkonsumsi Seafood Secara Aman Untuk Ibu Hamil
Jika ingin tetap mengkonsumsi seafood selama kehamilan, berikut adalah beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Pilih ikan dengan kadar merkuri rendah, seperti ikan salmon, sarden, trout dan cod
- Hindari konsumsi seafood mentah untuk mengurangi risiko infeksi bakteri dan parasit
- Konsumsi seafood hanya 2-3 kali seminggu
- Masak seafood sampai benar-benar matang untuk membunuh semua bakteri dan parasit yang berbahaya
- Beli seafood dari sumber terpercaya, dan dari perairan bersih yang minim kontaminasi
Kesimpulan
Meskipun seafood kaya akan nutrisi penting bagi ibu hamil, ada beberapa risiko yang perlu diwaspadai, seperti kandungan merkuri, bakteri, alergi, dan polutan berbahaya. Dengan memilih seafood yang aman dan mengkonsumsinya dalam jumlah yang wajar, ibu hamil tetap dapat menikmati manfaatnya tanpa membahayakan kesehatan janin.