EKLAMPSIA: PENYEBAB, GEJALA DAN CARA MENGATASINYA

EKLAMPSIA: PENYEBAB, GEJALA DAN CARA MENGATASINYA
Image by designer491

Eklampsia adalah kondisi medis serius yang terjadi pada ibu hamil, biasanya sebagai komplikasi dari preeklampsia yang tidak ditangani dengan baik. Kondisi ini ditandai dengan kejang, yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi bagi ibu dan janin. Eklampsia merupakan keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan segera untuk mencegah risiko fatal.


Penyebab Eklampsia

Eklampsia umumnya berkembang dari preeklampsia, yaitu kondisi tekanan darah tinggi, yang disertai dengan peningkatan kadar protein dalam urine (proteinuria) selama kehamilan. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko eklampsia adalah:


1. Hipertensi saat hamil

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol bisa berkembang menjadi preeklampsia dan berujung pada eklampsia.


2. Gangguan pembuluh darah

Preeklampsia dapat menyebabkan gangguan pada pembuluh darah, yang berpengaruh pada aliran darah ke otak dan organ lainnya.


3. Faktor genetik

Wanita dengan riwayat keluarga yang pernah mengalami preeklampsia atau eklampsia memiliki risiko lebih tinggi.


4. Kehamilan pertama

Wanita yang baru pertama kali hamil lebih rentan mengalami preeklampsia yang bisa berkembang menjadi eklampsia.


5. Kehamilan kembar

Mengandung lebih dari satu janin dapat meningkatkan tekanan pada tubuh ibu dan meningkatkan risiko preeklampsia.


6. Diabetes atau penyakit ginjal

Kondisi medis yang sudah ada sebelum kehamilan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan preeklampsia.


Gejala Eklampsia

Eklampsia biasanya didahului oleh gejala preeklampsia yang memburuk. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai adalah:

  • Tekanan darah tinggi yang terus meningkat
  • Pembengkakan pada wajah, tangan, dan kaki
  • Sakit kepala luar biasa dan tidak kunjung hilang
  • Gangguan penglihatan, seperti buram atau melihat kilatan cahaya
  • Nyeri di bagian atas perut, terutama di sisi kanan
  • Mual dan muntah yang parah
  • Kesulitan bernapas
  • Kejang-kejang yang terjadi tanpa riwayat epilepsi

Jika seorang ibu hamil mengalami kejang, ini adalah tanda pasti eklampsia, dimana penanganan medis darurat diperlukan.


Dampak Eklampsia Bagi Ibu dan Janin

Eklampsia dapat berakibat serius baik bagi ibu maupun janin. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi adalah:


Dampak bagi ibu:

  • Kerusakan organ: Eklampsia dapat menyebabkan kerusakan pada hati, ginjal, dan sistem saraf pusat
  • Stroke: Tekanan darah yang sangat tinggi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah di otak, berisiko stroke
  • Gangguan pernapasan: Kejang yang terjadi dapat mempengaruhi fungsi pernapasan ibu
  • Kematian: Jika tidak segera ditangani, eklampsia bisa berakibat fatal bagi ibu


Dampak bagi janin:

  • Gangguan pertumbuhan: Berkurangnya aliran darah ke plasenta dapat menghambat pertumbuhan janin
  • Persalinan prematur: Eklampsia sering kali menyebabkan kelahiran prematur demi menyelamatkan ibu dan bayi
  • Hipoksia janin: Kekurangan oksigen akibat gangguan aliran darah bisa membahayakan kondisi janin
  • Kematian janin: Dalam kasus yang parah, eklampsia dapat menyebabkan kematian janin dalam kandungan


Cara Mencegah Eklampsia

Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah eklampsia adalah:


1. Pemeriksaan kehamilan rutin

Ibu hamil harus menjalani pemeriksaan kehamilan secara teratur untuk mendeteksi tanda-tanda preeklampsia.


2. Menjaga pola makan sehat

Mengkonsumsi makanan kaya nutrisi seperti sayuran, buah-buahan, protein, dan makanan rendah garam, dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.


3. Menjaga tekanan darah

Jika ibu memiliki riwayat hipertensi, Dokter mungkin akan memberikan obat untuk mengontrol tekanan darah.


4. Olahraga ringan

Olahraga seperti berjalan kaki atau prenatal yoga, dapat membantu jaga kesehatan ibu hamil.


5. Menghindari stres berlebihan

Stres dapat memperburuk tekanan darah, sehingga ibu hamil disarankan untuk melakukan relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam.


Cara Mengatasi Eklampsia

Jika seorang ibu hamil sudah mengalami preeklampsia, Dokter biasanya akan melakukan beberapa langkah pengobatan untuk mencegah eklampsia, diantaranya:  


1. Pemberian obat antihipertensi

Untuk menurunkan tekanan darah dan mencegah komplikasi lebih lanjut.


2. Obat anti kejang

Magnesium sulfat sering diberikan untuk mencegah kejang dan mengurangi risiko eklampsia.


3. Rawat inap dan pemantauan ketat

Ibu hamil dengan preeklampsia berat atau eklampsia biasanya harus dirawat di rumah sakit untuk pengawasan ketat.


4. Persalinan dini

Jika kondisi ibu memburuk, Dokter mungkin akan memutuskan untuk mempercepat persalinan guna menyelamatkan ibu dan bayi.


Kesimpulan

Eklampsia adalah kondisi serius yang dapat membahayakan nyawa ibu dan janin jika tidak ditangani dengan cepat. Oleh karena itu, ibu hamil perlu mewaspadai gejala preeklampsia dan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Dengan pencegahan yang tepat, risiko eklampsia dapat diminimalkan sehingga ibu dan bayi tetap sehat hingga persalinan. Jika mengalami tanda-tanda preeklampsia, segera konsultasi dengan Dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Published : 26/03/2025
Written By : The Healthy Belly

You Might Like

More Post >
5 BAHAYA SEAFOOD BAGI IBU HAMIL YANG PERLU DIWASPADAI
Continue Reading
KEHAMILAN: CHECKLIST PERSIAPAN UNTUK CALON IBU
Continue Reading
MEET the AUTHOR
The Healthy Belly

Discussion

Top Picks

ANAFILAKSIS: PENYEBAB, GEJALA DAN CARA MENGATASINYA
Continue Reading
BAHAYA MAKAN SEAFOOD TERLALU BANYAK BAGI KESEHATAN TUBUH
Continue Reading
KERACUNAN MAKANAN (FOOD POISONING): PENYEBAB, GEJALA DAN CARA MENGATASINYA
Continue Reading
MENGI: PENYEBAB, GEJALA DAN CARA MENGATASINYA
Continue Reading